Di sebutkan dalam Kitab an-Ni’mah al-Kubro ‘ala al-‘Alam Fii Maulid Sayyidi Waladi Adam Karya al-‘Aalim al-‘Allaamah Syihabuddin Ahmad bin Hajar Haitami as-Syafi’i (Rahimahullah Ta’ala), dari Imam Wahid ‘Ashrihi wa Farid Dahrih Fahruddin ar-Rozi (Rahimahullah Ta’ala).
Bahwasanya tak seorang pun yang membaca Maulid Nabi Muhammad SAW. di sebuah garam, gandum, atau segala sesuatu yang dapat di makan kecuali telah tampak dengan jelas barokah di dalam makanan tersebut dan sambung dengan makanan itu. Sesungguhnya makanan itu berulang-ulang dan tidak tetap sehingga Allah SWT mengampuni orang yang makan makanan itu.
Jika Maulid Nabi Muhammad SAW. itu di baca di air, barang siapa yang meminum dari air tersebut, maka masuk dalam hatinya seribu cahaya dan rahmat dan juga keluar dari hatinya seribu cahaya dan rahmat dan juga keluar dari hatinya seribu uneg-uneg dan penyakit serta hati itu tidak akan mati saat hati semua orang telah mati.


